Pemerintah Hancur Dan Rusak? Ini Sikap Kita Terhadap Mereka Berdasarkan Wahyu Dari Pemilik Langit

Ketika para penguasa suatu negri rusak dan telihat sangat hancur, apa yang harus kita lakukan?

Ketika para pemimpin bangsa terlihat tak bisa diandalkan dan malah terlihat merugikan rakyat, sika papa yang harus kita ambil?

Kita lihat hadits berikut ini,

قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ: ” قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا كُنَّا بِشَرٍّ فَجَاءَ اللَّهُ بِخَيْرٍ فَنَحْنُ فِيهِ، فَهَلْ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ؟، قَالَ: نَعَمْ، قُلْتُ: هَلْ وَرَاءَ ذَلِكَ الشَّرِّ خَيْرٌ؟، قَالَ: نَعَمْ، قُلْتُ: فَهَلْ وَرَاءَ ذَلِكَ الْخَيْرِ شَرٌّ؟، قَالَ: نَعَمْ، قُلْتُ: كَيْفَ؟، قَالَ: يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ، وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي، وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ، قَالَ: قُلْتُ: كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ؟، قَالَ: تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ، وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ، وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ “

Artinya,

Hudzaifah bin Al-Yaman berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah, dahulu kami dalam keadaan buruk (Jahiliyyah) lalu Allah datang dengan kebaikan (Islam) dan kami pun di dalam kebaikan itu, apakan setelah kebaikan ini ada keburukan?

Rasulullah salallahu alaihi wasallam menjawab, “Ya”

Aku berkata, “Kenapa bisa?”

Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan datang setelahku, para pemimpin yang tidak berjalan sesuai tuntunanku, tidak berjalan sesuai sunnahku, dan akan ada diantara mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan yang berada dalam tubuh manusia”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang seharusnya aku lakukan jika aku bertemu dengan mereka?”

Rasulullah sallahu alaihi wasallam menjawab, “Dengar dan taatilah pemimpinmu itu, walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu dirampas, tetaplah dengar dan taati” (HR. Muslim 1299)

Tentu saja ketaatannya selama bukan berupa kemaksiatan. Adapun jika perintah itu merupakan kemaksiatan maka rasulullah salallahu alaihi wasallam telah melarang kita dari ketaatan itu. Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda,

” لَا طَاعَةَ لِبَشَرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ “

Artinya, “Tidak ada ketaatan kepada manusia dalam kemaksiatan kepada Allah.” HR. Ahmad: 1033

Dan hendaknya kita senantiasa mendoakan para pemimpin kita dan tidak menggibah, mencerca, bahkan keluar dan memberontak dari pemerintah kita.

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”

Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.” (Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy)

Semoga Allah senantiasa memberikan kita dan para pemimpin kita hidayah.

Semoga shalawat dan sallam tetap tercurah kepada nabi kita Muhammad dan seluruh keluarganya dan para sahabat seuruhnya juga semua orang yang mengikuti mereka dengan baik.
———
Abu Abdillah Fathan bin Amin
STDI Imam Syafi’i Jember

Sikap Lurus Ketika Para Penguasa Rusak(2): Berdakwah dan Berusaha Mengubah Diri

Ingatlah! Semakin Baik Rakyat, Semakin Baik pula Penguasa dan Pemimpinnya

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata yang artinya:

“Sesungguhnya diantara hikmah Allah ta’ala dalam keputusanNya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat dzalim, maka para penguasa juga akan dzalim. Jika mulai terlihat penipuan ditengah-tengah rakyat, maka hal itu akan terjadi pada pemimpin mereka pula.”

(Lihat Miftah Daaris Sa’adah, 2/177-178)

Baca lebih lanjut