3 Acuan Inti Dalam Beribadah

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

Segala puji hanya milik Allah Tuhan Semesta alam semata, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dan seluruh keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Amma ba’d..

Ketahuilah –semoga Allah merahmati kita semua- bahwa Islam telah berpecah menjadi golongan dan aliran yang sangat banyak. Diantara mereka ada yang sangat ekstrim dan malah ada yang sangat menyepelekan aturan-aturan agama.

Hal ini memang sudah rasulullah salallahu alaihi wasallam prediksikan sejak 14 abad yang lalu.

Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya bani Israil berpecah-belah menjadi tujuh puluh satu, dan sesungguhnya umat ini akan berpecah-belah menjadi tujuh puluh dua, semuanya di neraka kecuali satu, dan dia adalah jama’ah” [HR Ibnu Majah ; 3983] Dishahihkan Al-Albani Shahih Ibnu Majah 2/364.

Berikut adalah kiat agar kita senantiasa terhindar dari golongan yang berada di neraka:

  1. Berpegang Teguh Terhadap Al-Quran dan As-Sunnah

Rasululah salallahu alaihi wasalallam bersabda,

” تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ، وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ “

Artinya:

“Aku tinggalkan dua perkara yang jika kalian senantiasa berpegang teguh kepada keduanya kalian tidak akan pernah tersesat: Kitabullah (Al-Quran-pen) dan Sunnah Nabi kalian.”  (Muwatha’ Lil Imam Ahmad 1598)

  1. Jika ada Sengketa dan Permasalahan, Berpeganglah kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khulafa Ar-Rasyidin

عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ، قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ رَجُلٌ: إِنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ، وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ.” رواه الترمذي

Hadits dari Irbadh bin Sariyyah berkata, suatu hari Rasulullah salallahu alaihi wasallam memberi nasihat kepada kami setelah shalat Subuh dengan nasihat yang membuat hati ini sesak,

Maka seseorang berkata, “Wahai Rasulullah sungguh nasihat ini seakan seperti nasihat perpisahan, maka apakah yang ingin engkau wasiatkan wahai rasulullah?”

Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda, “Aku berwasiat kepada kalian untuk selalu bertakwa kepda Allah dan senantiasa mendengarkan dan taat kepada pemimpin kalian meski dipimpin oleh seorang budak Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa yang hidup diantara kalian, akan melihat pertikaian yang sangat banyak. Dan jauhilah perkara-perkara yang baru –dalam agama- karena itu sesat. Dan jika kalian melihat ini, hendaknya kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan Sunnah para Khulafa Ar-Rasyidin yang senantiasa diberi hidayah, dan gigitlah dengan gigi gerahammu.” (HR. Tirmidzi).

  1. Beragama sesuai Pemahaman Para Anak Didik Rasulullah salallahu alaihi wasallam

Allah berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (التوبة: 100)

Artinya,

“Orang-orang yang pertama masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka Allah akan ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Dan Allah telah menyiapkan begi mereka Surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)

Dipahami dari ayat ini, bahwasannya Allah telah memuliakan dan ridha kepada para Muhajirin dan Anshar yang merupakan para sahabat rasulullah sallalahu alaihi wasalam. Dan juga kepada orang-orang yang mengikuti tata cara ibadah, cara berfikir dalam beragama. Ini adalah dalil wajibnya kita mengikuti para sahabat secara keseluruhan.

Kenapa harus pada sahabat dan bukan yang lainnya?

عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: ” خَيْرُكُمْ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.” رواه البخاري

Artinya,

“Dari Imran bin Hushain, Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah pada zamanku (Para sahabat) kemudian yang setelahnya (At-Tabiin) kemudian yang setelahnya (Atbau’t Tabiin).” (HR. Bukhari).

Demikian kiat dan cara kita agar senantiasa terbebas dari fitnah dan pertikaian yang terjadi diantara kaum Muslimin.

Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi Muhammad dan seluruh keluarga dan sahabatnya.

Akhir dari dakwah kami, “Segala puji hanya milik Allah”

——

Abu Abdillah Fathan bin Amin

8 Rajab 1436H

Kelas STDI Imam Syafii Jember

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s