Jangan Malu Untuk Bertaubat: Allah Maha Pengampun

  Bismillah, Dengan menyebut Nama Allah, Segala puji dan syukur kita panjatkan hanya kepada Allah semata, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam juga seluruh keluarganya dan seluruh sahabatnya dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. Amma Ba’d…. Dosa adalah suatu hal yang tak akan bisa jauh dari anak cucu Adam. Dosa dan kesalahan sudah seperti pasangan untuk manusia yang tak bisa dipisahkan. Manusia pasti memiliki dosa atau kesalahan. Siapapun mereka. Dan memang begitulah, Allah jadikan seluruh manusia pernah melakukan kesalahan agar mereka bertaubat dan agar mereka merasakan Rahmat dan Kasih Sayang juga Ampunan dari Allah. Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda, كل بني أدم خطّاء، وخير خطّائين التوّابون Artinya: “Semua anak Adam sering melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang sering berbuat kesalahan adalah mereka yang sering bertaubat.” [HR. Ibnu Majah] Itulah sabda RAsulullah salallahu alaihi wasallam, beliau telah mengabarkan bahwa semua anak Adam itu sering melakukan kesalahan, dan orang yang paling baik dari anak Adam adalah mereka yang sering bertaubat. Perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini, Dari Abu Hurairah, dari nabi salallahu alaihi wasallam ketika menghikayatkan tetang Allah, beliau bersabda: أذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا، فَقَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، فَقَالَ الله تَبَاركَ وَتَعَالَى: أذنَبَ عبدي ذَنبًا، فَعَلِمَ أنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَيَأْخُذُ بالذَّنْبِ، ثُمَّ عَادَ فَأذْنَبَ، فَقَالَ: أيْ رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبي، فَقَالَ تبارك وتعالى: أذنَبَ عَبدِي ذَنبًا، فَعَلِمَ أنَّ لَهُ رَبًّا، يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَيَأْخُذُ بالذَّنْبِ، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي فَلْيَفْعَلْ مَا شَاءَ Artinya: seorang hamba berbuat dosa, lalu dia berkata, “Ya Allah ampunkanlah dosaku.” Allah pun berfirman, “Hambaku telah berbuat dosa, dan dia yakin bahwa dia memiliki Tuhan yang akan mengampuni, dan dia tahu bahwa Dia bisa menghukumnya atas dosa yang dia perbuat.” Kemudian hamba ini kembali berbuat dosa dan berkata, “Ya Allah ampunkanlah dosaku.” Allah pun berfirman, “Hambaku telah berbuat dosa, dan dia yakin bahwa dia memiliki Tuhan yang akan mengampuni, dan dia tahu bahwa Dia bisa menghukumnya atas dosa yang dia perbuat. Aku telah ampuni dosanya, maka berbuatlah apa yang dia mau” Imam Nawawi berkomentar: وقوله تَعَالَى: «فَلْيَفْعَلْ مَا شَاءَ» أيْ: مَا دَامَ يَفْعَلُ هكذا، يُذْنِبُ وَيَتُوبُ أغفِرُ لَهُ، فَإنَّ التَّوْبَةَ تَهْدِمُ مَا قَبْلَهَا. Artinya: Firman Allah “Maka berbuatlah apa yang dia mau” Maksudnya selama dia berbuat seperti itu; berbuat dosa kemudian bertaubat aku pun ampuni dia. Sesungguhnya taubat itu menghapus dosa yang pernah diperbuat. Dan syarat diterimanya taubat adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui dan mengakui dosa itu
  2. Menyesal
  3. Bertekad dan berusaha untuk tidak melakukannya lagi

Jika dosa itu berhubungan dengan manusia, maka ditambah: minta keridhaan dari orang yang dia dzalimi. Ketahuilah wahai saudaraku seiman, dosa apapun yang kita lakukan, selama kita bertaubat dengan taubat yang benar, kemudian kita berusaha keras menjauhi dan ternyata kita terjatuh kembali, jangan pernah kita merasa malu untuk kembali bertaubat. Sungguh kalian memiliki Tuhan yang Maha Penyayang dan Murah untuk menerima taubat. Bersimpuhlah dan mohonlah ampun. Semoga dosa kita semuanya diampuni oleh Allah. Allah berfirman, ۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣

  1. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [Az-Zumar 53]

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Semoga Allah senantiasa memberikan ampunannya kepda seluruh kaum muslimin. Semoga shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi Muhammad dan seluruh keluarga dan saudaranya dan orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Akhir dari dakwah kami, sesungguhnya Pujian hanya milik Allah semata. Akhukum: Fathan Bin Amin Ahad, 9 Jumadil Akhirah 1436 H Asrama Perkuliahan STDI Imam Syafii

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s