Kitab Bersuci: Bab Macam-Macam Najis Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah (1)

Pendahuluan

Perlu diketahui, bahwa pembahasan masalah najis itu sangatlah penting. Ini terlihat seperti hal yang sepele padahal, siapa yang mengangganya remeh dan sampai terjerumus kepada apa yang Rasulullah salallahu alaihi wasallam peringatkan, bisa jadi dia mendapatkan siksa kubur yang keras.

Betapa tidak? Bukankah rasulullah salallahu alaihi wasallam pernah memperingatkan akan seseorang yang tidak menjaga kesuciannya dan mengabarkan bahwa orang itu sedang dalam siksaan di alam kubur karena meremehkan percikan dari air kencingnya?

مَرَّ النَّبِيُّ  بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ.

Nabi salallahu alaihi wasallam melewati dua kuburan. Beliau salallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas)

Terlihat sangat sepele memang tapi berakibat fatal. Oleh karenanya kita berusa memahami apa yang Allah dan rasulNya syariatkan kepada kita dengan mempelajarinya. Semoga kita dimudahkan untuk memahaminya.

Najis

Apa itu najis? Syaikh Kamal bin Salim dalam kitab Shahih Fiqh Sunnah menjelaskan bahwa najis adalah nama untk segala sesuatu yang dianggap kotor dan menjijikan oleh syariat. Dan wajib bagi setiap muslim untuk bersuci darinya dan mencuci apa yang terkena najis itu.

Macam-Macam Najis

  1. Kotoran dan Air Seni Manusia

Dalil dari kotoran manusia adalah hadits dari Abi Hurairah, bahwasannya Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda,

” إِذَا وَطِئَ أَحَدُكُمْ بِنَعْلِهِ الْأَذَى، فَإِنَّ التُّرَابَ لَهُ طَهُورٌ

“Jika sandal kalian menginjak kotoran, maka sesungguhnya tanah akan menjadi penyuci sandalnya” (HR. Abu Daud: 385, Shahih)

                Sedangkan dalil dari air seni adalah hadits dari Anas Bin Malik, beliau bercerita bahwa ada seorang badui kencing di dalam masjid, kemudian para sahabat berdiri untuk menghardiknya, lalu rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda,

لَا تُزْرِمُوهُ “، ثُمَّ دَعَا بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَصُبَّ عَلَيْهِ “

“Jangan dipotong (baca: biarkan dia menyelesaikan kencingnya-pen)”. Kemudian rasulullah salallahu alaihi wasallam minta diambilkan seember air lalu menyiram kencing itu. (HR. Bukhari 6025)

  1. Madzi dan Wadi

Madzi adalah cairan bening, kental dan lengket, keluar dari kemaluan ketika datang syahwat, ketika keluar tidak menyebabkan lemas dan terkadang seseorang tidak menyadari keluarnya madzi. Ini terjadi baik kepada pria maupun wanita.

Adapun dalil najisnya madzi adalah hadits dari Ali bin Abi Thalib, beliau berkata, “Aku adalah laki-laki yang mudah mengeluarkan air madzi, dan aku malu untuk bertanya kepada Rasuluallah salallahu alaihi wasallam perihal ini karena anaknya adalah istriku. Lalu aku mengutus Miqdad bin Al-Aswad untuk bertanya kepada beliau. Lalu beliau salallahu alaihi wasallam besabda,

يَغْسِلُ ذَكَرَهُ، وَيَتَوَضَّأُ

“Hendaknya dia mencuci kemaluannya dan berwudhu” (HR. Muslim: 303)

Sedangkan Wadi adalah cairan bening yang keluar setelah kencing. Ibnu Abbas berkata, “Mengenai mani, madzi dan wadi; adapun mani, maka diharuskan untuk mandi. Sedangkan wadi dan madzi, Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Cucilah kemaluanmu, lantas berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat.” (HR. Al Baihaqi no. 771)

  1. Kotoran Hewan yang Dagingnya Tidak Dimakan

Maksudnya adalah kotoran dari hewan yang haram dimakan itu najis. Contoh: babi haram untuk dimakan, dan kotorannya najis. Contoh lain, cicak. Daging cicak haram untuk dimakan dan kotorannya adalah najis. Dan begitu seterusnya. Dalilnya adalah hadits dari Abdullah bin Masud, beliau berkata, “Rasulullah salallahu alaihi wasallam pernah ingin membuang hajat, kemudian beliau bersabda,

ائتني بثلاثة أحجار

“Berikan aku tiga batu.”  Kemudian hanya ditemukan dua buah batu dan kotoran keledai, kemudian beiau mengambil dua batu itu dan melemparkan kotoran itu, kemudian bersabda,

هِيَ رِجْسٌ

“Itu kotor (baca: Najis-pen)”  (HR. Bukhari 156)

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Insya Allah permbahasan akan berlanjut di artikel selanjutnya dengan pertolongan Allah.

Di tulis di asrama Kampus STDI Imam Asy-Syafii Jember yang penuh berkah, 6 Rabiuts Tsani 1436 H

Penulis: Fathan Bin Amin Bin Dipoyono

Artikel: tintasantri.wordpress.com

———————————————–

Daftar Pustaka:

Kitab Al-Wajiz karya Abdul Adzim bin Badawy Al-Khalafy

Shahih Fiqh Sunnah Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim

Mu’jam Al-Wasith

Aplikasi PC Jawami’ul Kalim

Rumaysho.com

Dan beberapa situs untuk melihat terjemahan Hadits

———————————————–

Baca juga pembahasan masalah bersuci bab Air Pada Artikel sebelumnya: Pelajaran Kitab Thaharah, dan Bab Air semoga ini bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s